Waspada Tertipu Uang Palsu saat Libur Nataru, BI Beberkan Ciri-Cirinya

Ilustrasi Uang Asli dan Uang Palsu. (Foto: sulut.wahananews.co)

JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) memberikan apresiasi terhadap sikap masyarakat yang aktif menyelidiki dan melaporkan keaslian uang rupiah setelah pengungkapan terkait dengan pemalsuan uang rupiah yang dicetak di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan. BI juga mengimbau masyarakat untuk tidak perlu khawatir dan tetap bertransaksi secara tunai.

Untuk itu, Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI, Marlison Hakim, meminta masyarakat untuk mengenali ciri-ciri uang asli dengan cara dilihat, diraba, dan diterawang (3D).  

“Apabila masyarakat mendapatkan/menemukan uang yg dicurigai/diduga palsu sebaiknya dilaporkan kepada pihak berwenang, perbankan atau Bank Indonesia,” ujar Marlison dikutip pada Senin (23/12/2024).

Berikut 3 (tiga) Cara Mengenali Uang Asli TE 2016 agar Terhindar dari Uang Palsu: 

1. Dilihat - Tampilan Uang:  

a. warna uang terlihat terang dan jelas.

b. terdapat benang pengaman seperti dianyam pada uang rupiah kertas pecahan Rp100.000, Rp50.000 dan Rp20.000. Khusus untuk pecahan Rp100.000 dan Rp50.000 akan berubah warn ajika dilihat dari sudut pandang tertentu.

2. Diraba - Tekstur Kertas: 

a. hasil cetak yang terasa kasar apabila diraba. Seperti logo Garuda, angka pada uang, dan gambar pahlawan di lembaran uang akan terasa kasar apabila diraba.

b. untuk pecahan Rp5.000, Rp2.000, dan Rp1.000 TE 2016 akan terasa kasar saat diraba pada bagian angka dan gambar pahlawan.

c. kode tuna netra (blind code) berupa garis di sisi kanan dan kiri uang yang akan terasa kasar bila diraba.

3. Diterawang - Gambar & Tulisan:

a. Saat uang asli diterawang ke arah cahaya, maka Anda akan melihat tanda air atau watermark berupa gambar pahlawan, ornamen, serta logo BI yang terlihat jelas dan utuh. Selain itu, beberapa elemen pada uang asli akan tampak berpendar di bawah sinar ultraviolet.

Memahami ciri-ciri uang asli adalah langkah awal untuk mencegah penyebaran uang palsu. Jangan ragu untuk selalu memeriksa uang yang diterima, terutama saat bertransaksi dalam jumlah besar. Dengan kewaspadaan dan pengetahuan yang tepat, kita bisa bersama-sama memerangi peredaran uang palsu yang merugikan banyak pihak. 

Rasio Uang Palsu

BI melaporkan rasio uang palsu terhadap Uang Yang Diedarkan (UYD) menunjukan tren penurunan beberapa tahun terakhir. Sepanjang tahun 2024, rasio uang palsu terhadap UYD sebesar 4 ppm/peace per milion (4 lembar dalam setiap 1 juta uang yang beredar), atau menurun dibandingkan tahun 2022 dan 2023 pada 5 ppm serta 9 dan 7 ppm di tahun 2020 & 2021. 

Kualitas uang yang dipalsukan sangat rendah jika dibandingkan dengan rupiah asli seperti menggunakan kertas HVS dan cetak offset biasa, sehingga masih dengan mudah dikenali masyarakat dengan cara 3D. *

(zaky)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.