Kepala Staf Kepresiden (KSP) Moeldoko: Pemerintah Sedang Pikirkan Kebijakan Insentif Kendaraan Listrik

Kendaraan listrik/ilustrasi. (foto: pixabay)


JAKARTA -- Kepala Staf Kepresidenan (KSP) RI Moeldoko menyampaikan, pemerintah saat ini sedang memikirkan kebijakan yang dapat meningkatkan insentif untuk kendaraan listrik. Itu diperlukan untuk mempercepat pengembangan kendaraan listrik di Indonesia.

Moeldoko pun mencontohkan Thailand dan Vietnam yang mendukung perkembangan kendaraan listrik melalui insentif.

“Kami rapat terus-menerus tentang pengembangan mobil listrik ini. Satu bagaimana memikirkan tentang insentif. Agar kita (Indonesia) nanti jangan menjadi market di kawasan Asia, karena Thailand dan Vietnam bagus itu insentifnya. Kita menuju kepada penyesuaian lingkungan itu,” kata Moeldoko, dikutip dari siaran pers KSP pada Selasa (8/11/2022).

Moeldoko juga menyebut, pemerintah memikirkan insentif untuk transisi dan konversi, baik untuk sepeda motor, mobil, ataupun angkutan umum. “Insentifnya berapa yang pas untuk memberikan subsidi. Angkanya sudah ketemu tapi belum bisa diumumkan karena harus melalui Menteri Keuangan,” jelasnya.

Hal ini disampaikan Moeldoko saat menghadiri Flag Off Touring Kendaraan Listrik Berbasis Baterai (KLBB), di kawasan Monumen Nasional Jakarta, Senin (7/11/2022). Tur Jakarta-Bali yang menempuh rute sejauh 1.250 kilometer tersebut merupakan side event G20 yang digelar Kementerian Perhubungan RI.

Moeldoko pun mengapresiasi acara ini. Menurutnya, peluncuran tersebut menjadi pembuktian bagi masyarakat yang masih meragukan performa kendaraan listrik.

“Event ini sangat berani. Karena berani menjawab pertanyaan di masyarakat. Pertama, bisa nggak sih motor listrik itu jarak jauh, ini bisa nih. Chargingnya bisa nggak sih, bisa itu nggak ada masalah, kebakaran nggak sih, kesetrum nggak sih? Nanti kita lihat apakah ada yang kesetrum,” ujar Moeldoko.

Sementara itu, Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi berharap, tur kendaraan listrik berbasis baterai Jakarta-Bali menjadi pertunjukan kapabilitas kendaraan berbasis listrik dan menarik investasi maupun ide kreatif untuk memajukan otomotif berbasis baterai di Indonesia.

“Jadi kendaraan listrik itu convenient, tidak bersuara sama sekali. Jangan hanya berhenti di touring ini. Mari kita mulai migrasi besar untuk bangsa menuju konversi tenaga listrik,” kata Budi menjelaskan.

 

(dpy)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.