Siap-Siap Diciduk, Identitas Hacker Bjorka Sudah Terkuak, Bukan Warga Negara Asing
Identitas hacker Bjorka mulai terkuak. (foto: kolase foto twitter/@bjorkanism dan reuters/kacper pempel)
JAKARTA -- Banyak yang penasaran dengan sosok asli hacker atau peretas bernama Bjorka. Aksi-aksinya membocorkan data pribadi masyarakat hingga pejabat Pemerintah RI menyita perhatian publik.
Bjorka sempat mengakui dirinya sebagai warga negara asing asal Polandia. Pengakuan itu tidak langsung membuat warganet percaya. Salah satu yang membuat orang ragu adalah gramatika bahasa Inggris yang ditunjukkan mirip orang baru belajar. Bahkan menunjukkan ciri khas bahasa Inggris terjemahan Google Translate.
Aksi-aksinya sempat terhenti setelah akun Twitternya ditangguhkan. Tak lama, ia muncul lagi dengan nama pengguna baru. Namun ada kabar mengejutkan, baru-baru ini media sosial dihebohkan dengan akun Instagram yang memposting diduga wajah asli Bjorka.
Tidak hanya data pribadi yang dibongkar, melainkan juga wajah hingga akun Instagramnya. Tak sampai di situ, akun Instagram diduga Bjorka juga dibongkar dan memperlihatkan rumahnya. Namun akun diduga Bjorka yakni @muhammadsaidfikriansyah atau milik Muhammad Said Fikriansyah kini sudah lenyap.
Aksi hacker Bjorka yang menggegerkan jagat maya pun turut menyeret nama warga Cirebon. Muhammad Said Fikriansyah, yang dituduh sebagai Bjorka. Tapi ia membantahnya.
"Saya bukan Bjorka," kata pemuda asal Desa Klayan, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon itu, saat ditemui di kediamannya, seperti dikutip Republika, Rabu (14/9/2022).
Said pun mengaku kaget saat tiba-tiba namanya muncul di pemberitaan sebagai Bjorka. Ia juga mengaku takut karena kasus tersebut menyangkut urusan negara. Said mengaku aktivitasnya sehari-hari hanya sebagai video editor. Dia pun tidak bisa melakukan peretasan data.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menyatakan, pelaku peretasan yang mengaku sebagai Bjorka telah teridentifikasi oleh Badan Intelijen Negara (BIN) dan Polri berdasarkan penyelidikan yang telah dilakukan.
"Sampai sekarang ini, memang gambaran-gambaran pelakunya sudah teridentifikasi dengan baik oleh BIN dan Polri, tetapi belum bisa diumumkan gambaran-gambaran siapa dan di mananya itu. Kami sudah punya alat untuk melacak itu semua," kata Mahfud MD dalam konferensi pers di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, seperti dikutip Antara, Rabu (14/9/2022).
Mahfud menambahkan berdasarkan koordinasi yang dilakukan bersama dengan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo)Jhonny G. Plate, Kepala BIN Budi Gunawan, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian, dan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, dapat disimpulkan bahwa data-data yang diretas dan dibocorkan Bjorka ke dunia maya bersifat umum.
Menurut Mahfud, dugaan motif peretasan itu pun tidak membahayakan. Selain itu, lanjutnya, dapat disimpulkan pula bahwa Bjorka tidak memiliki keahlian ataupun kemampuan membobol yang sungguh-sungguh."Dia hanya hendak memberitahu kepada kita kalau kita harus hati-hati, (data) kita akan bisa dibobol, dan sebagainya," jelasnya.
Meskipun begitu, Mahfud menegaskan Pemerintah RI tetap tetap serius dalam menangani kasus itu. Salah satunya ialah dengan membentuk satuan tugas perlindungan data yang akan melindungi data-data, terutama data negara, dari ancaman peretasan ataupun kasus kebocoran data.
Sementara itu, sumber Gebrak.id di BIN dan Polri menyatakan, Bjorka bukan warga negara asing dan merupakan warga negara Indonesia (WNI). Ia diduga kuat tinggal di Jawa Timur.
(dpy)
Post a Comment